Pelayanan Panti Asuhan

    Sesuai dengan Visi dan Misi Elpidos maka pelayanan pertama Elpidos adalah pelayanan Panti Asuhan. Elpidos mempunyai persyaratan untuk anak yang diasuh yaitu:
  1. Tidak mempunyai orang tua
  2. Tidak ada yang menginginkan atau tidak ada yang mau mengasuh
  3. Berasal dari keluarga yang benar-benar tidak mampu
    Anak-anak yang diasuh di Elpidos dibina, disekolahkan dan diajarkan nilai-nilai kekristenan. Anak-anak bukan hanya dipenuhi dan dibimbing dalam hal Jasmani saja tetapi dalam hal Rohani juga. Setiap pagi jam 4:30 semua anak sudah bangun tidur untuk doa pagi setelah itu beres-beres rumah dahulu sebelum bersiap2 untuk berangkat ke sekolah. Setelah pulang sekolah anak-anak kembali berkumpul untuk berdoa mengucap syukur kepada Tuhan. Semua anak-anak juga di pantau nilai pendidikan sekolahnya, sikap hati mereka dan kerohanian mereka. Anak-anak juga diberikan tugas kerja untuk mengajarkan tentang tanggung jawab. kepada mereka Ini semua dilakukan supaya anak-anak menjadi dewasa dalam kepribadian dan dewasa dalam rohani.

Anak-anak dibimbing dalam belajar



Pemuridan anak-anak


Anak-anak sedang mengerjakan tugas kerja

Pelayanan Misi

    Selain Pelayanan Panti Asuhan, Elpidos juga terpanggil dalam pelayanan Misi Penginjilan . Elpidos terbuka untuk bekerjasama dengan lembaga, organisasi dan denominasi manapun yang intinya untuk pekerjaan yang mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan.
    Salah satunya adalah misi pembangunan gereja di daerah desa atau pedalaman. Gedung gereja adalah tempat beribadah dimana umat percaya berkumpul untuk memuji dan menyembah Tuhan. Memang benar jika ada yang mengatakan bahwa kita juga bisa beribadah dirumah-rumah. Tetapi di desa jarang ada penduduk yang mempunyai ruangan yang besar untuk menampung jemaat pada saat ibadah hari minggu. Belum juga ada pihak-pihak tertentu yang melarang untuk beribadah dirumah karena dituduh menganggu ketenangan tetangga  atau dikatakan bahwa rumah bukan tempat beribadah dan berbagai tuduhan lainnya yang kadang-kadang tidak masuk akal. Inilah dilema yang umat Tuhan alami dan mau tidak mau kita harus menghadapinya dengan hikmat dari Tuhan dan salah satu solusi di daerah pedesaan adalah membangun tempat ibadah.
    Di desa atau pedalaman banyak juga anak-anak yang perlu dibimbing. Banyak anak-anak yang tidak mendapatkan bimbingan rohani di rumah karena orang tua banyak menghabiskan waktu mereka di ladang untuk bertani. Oleh karena itu gereja sangat penting di pedesaan, bukan hanya untuk jemaat yang dewasa  saja tetapi anak-anak perlu mengenal siapa Tuhan mereka dari usia sejak dini karena pada usia dini anak-anak lebih mudah untuk belajar dan pada saat itulah pondasi hidup mereka mulai di bangun. Dengan keadaan ekonomi yang sulit dan tingkat pendapatan petani yang rendah hal ini juga menjadi hambatan dalam pembangunan gereja disana jikalau tidak ada bantuan.
    Kami rindu untuk selalu menjadi saluran berkat bagi saudara-saudara seiman di pedalaman yang sangat membutuhkan bantuan. Di masa sekarang ini banyak gereja-gereja yang bersaing untuk membangun gedung yang lebih megah, lebih besar dengan fasilitas yang lebih wah! Hal ini tidak sepenuhnya salah tetapi apakah pernah mereka pikirkan saudara-saudara kita atau tentang pelayanan di daerah-daerah yang terpencil yang hampir terlupakan? Yang dibutuhkan dan dirindukan oleh saudara-saudara kita yang di pedesaan adalah tempat beribadah. Mereka tidak memimpikan yang muluk-muluk harus mewah atau besar, yang penting bagi mereka adalah tempat yang layak dan cukup besar menampung mereka untuk berkumpul beribadah bersama. Kami yakin pembangunan gereja-gereja di pedesaan juga adalah misi mulia yang menyenangkan hati Tuhan.

-------Menjadi Saluran Berkat Untuk Pembangunan Gereja di Pedesaan-------
Desa Menjalin, Kalimantan Barat 

 
Desa Bungkang, Kalimantan Barat

Desa Rumit, Kalimantan Barat

   Di pedesaan umumnya pendeta atau gembala mempunyai pekerjaan lain yaitu bertani atau menjadi guru. honorer di sekolah negeri. Tetapi kebanyakan mereka bertani. Mereka harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena mereka tidak ada sponsor ataupun terus terang persembahan dari gereja sangat minim, mungkin sebulan tidak sampai 100ribu rupiah. Tapi hal itu tidak mengurangi semangat mereka untuk melayani Tuhan karena mereka menyadari bahwa itu adalah panggilan mereka. Maka dengan gigih mereka berkerja dan berkorban untuk pekerjaan Tuhan di pedesaan. Tetapi itu bukan berarti pergumulan mereka di pedesaan lebih ringan daripada yang di kota, bisa dikatakan pergumulan dalam pelayanan di pedesaan lebih berat. Maka lebih bijaksana jika kita berpikir keadaan para pelayan-pelayan Tuhan sebelum kita menghamburkan berkat yang kita dapat dari Tuhan untuk hal-hal yang tidak beralasan.









Free Blog Counter